Rabu, 11 Mei 2011

penelitian eksperimen untuk pendidikan

PENELITIAN EKSPERIMEN UNTUK PENDIDIKAN 
BAB I
PENDAHULUAN 
Ketika melihat prestasi siswanya rendah seorang guru sudah berpikir bagaimana cara mengatasinya. Untuk itu berdasarkan hasil diklat yang diikutinya, mereka ingin mencoba menerapkan melalui penelitian.  Apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan metode belajar yang selama ini dilakukan lebih jelek dibandingkan dengan metode baru yang diperoleh waktu diklat.  Untuk mencoba guru tersebut tidak memahami jenis penelitian apa yang tepat digunakan untuk mengatasi masalah itu?  Belum semua guru menguasai berbagai jenis penelitian.  Jenis penelitian yang sering digunakan guru dalam mengatasi masalah pembelajaran adalah penelitian tindakan kelas, penelitian deskriptif, penelitian korelasional, dan penelitian eksperimen.  Jenis pendekatan penelitian yang paling tepat untuk merealisasi kegiatan guru dalam membandingkan dua metode pembelajaran terhadap hasil belajar adalah melalui penelitian eksperimen.
Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam pengertian lain, penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol.



Karakteristik penelitian eksperimen:
1.      Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental.
2.      Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen.
3.      Harus mempertimbangkan kesahihan ke dalam (internal validity)
4.      Harus mempertimbangkan kesahihan keluar (external validity)

Tahapan dan macam penelitian instrumen:
1.      Eksperimentasi permulaan
2.      Rancangan Faktorial.
3.      Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
4.      Validitas Eksperimen
5.      Variabel yang Terkait dengan Eksperimentasi.
6.      Rancangan Eksperimen
Langkah-langkah pokok eksperimen:
1.            Melakukan survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang akan digarap.
2.            Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.
3.            Merumuskan hipotesis, berdasarkan atas penelaahan kepustakaan.
4.            Mengidentifikasikan pengertian-pengertian dasar dan variable-variabel utama.
5.            Menyusun rencana eksperimen.
6.            Melakukan eksperimen.
7.            Mengatur data kasar itu dalam cara yang mempermudah analisis selanjutnya dengan menempatkan dalam rancangan yang memungkinkan memperhatikan efek yang diperkirakan akan ada.
Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan
Penelitian eksperimen (Experimental Research) merupakan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh tindakan itu bila dibandingkan dengan tindakan lain. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum penelitian eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Suatu eksperimen dimaksudkan untuk menilai/membuktikan pengaruh perlakuan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa atau untuk menguji hipotesis tentang ada tidaknya pengaruh perlakuan tersebut bila dibandingkan dengan metode pemahaman konsep. Tindakan di dalam eksperimen disebut treatment, dan diartikan sebagai semua tindakan, semua variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai /diketahui pengaruhnya.
                                                                                  


BAB II
PEMBAHASAN

Rancangan yang akan diterapkan dalam penelitian eksperimen meliputi: pra-eksperimental, eksperimen murni, dan eksperimen kuasi.
1.      Rancangan Pra-Eksperimental
Rancangan pra-eksperirnental yang sederhana ini berguna untuk mendapatkan informasi awal terhadap pertanyaan pada penelitian. Ada tiga hal yang lazim digunakan pada rancangan pra-eksperimental, yaitu:
a)      Studi kasus bentuk tunggal (one-shot case study)
b)      Tes awal – tes akhir kelompok tunggal (the one group pretest posttest)
c)      Perbandingan kelompok statis (the static group comparison design)
2.      Rancangan Eksperimen Murni
Rancangan eksperimen murni ini mempunyai tiga karakteristik, yaitu:
a)      Adanya kelompok kontrol.
b)      Siswa ditarik secara random dan ditandai untuk masing-masing kelompok.
c)      Sebuah tes awal diberikan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok.
Dua rancangan eksperimen secara garis besar dijelaskan sebagai berikut.
a)      Rancangan secara acak dengan tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest only control group design)
b)      Rancangan secara acak dengan tes awal dan tes akhir dengan kelompok kontrol (the randomized pretest-posttest control group design)
c)      Empat kelompok solomon (the randomized solomon four group design)
d)     Rancangan secara acak dengan pemasangan subjek melalui tes tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest – only control group design)
e)      Rancangan secara acak dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized pretest – posttest control group design)
3.      Rancangan Eksperimen Kuasi/Semu (Quasi—Experimental Design)
Rancangan eksperimental kuasi ini memiliki kesepakatan praktis antara eksperimen kebenaran dan sikap asih manusia terhadap bahasa yang ingin kita teliti. Beberapa rancangan eksperimen kuasi (eksperimen semu), yaitu:
a)      Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest – only control group design, using matched subject).
b)      Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol (the randomnized posttest – only control group design, using matched subject),
c)      Rancangan tiga perlakuan dengan pengaruh imbangan (a three treatment counter balanced, using matched subject) .
d)     Rancangan rangkaian waktu (a basic time-series design)
e)      Rancangan faktorial (factorial design).

Pada penelitian eksperimen murni kelompok subjek penelitian ditentukan secara acak, sehingga akan diperoleh kesetaraan kelompok yang berada dalam batas-batas fluktuasi acak. Namun, dalam dunia pendidikan khususnya dalam pebelajaran, pelaksanaan penelitian tidak selalu memungkinkan untuk melakukan seleksi subjek secara acak, karena subjek secara alami telah terbentuk dalam satu kelompok utuh (naturally formed intact group), seperti kelompok siswa dalam satu kelas.  Kelompok-kelompok ini juga sering kali jumlahnya sangat terbatas.
Dalam keadaan seperti ini kaidah-kaidah dalam penelitian eksperimen murni tidak dapat dipenuhi secara utuh, karena pengendalian variabel yang terkait subjek penelitian tidak dapat dilakukan sepenuhnya, sehingga penelitian harus dilakukan dengan menggunakan intact group. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian kuasi eksperimen (eksperimen semu). Jadi penelitian kuasi eksperimen menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact group) untuk diberi perlakuan (treatment), bukan menggunakan subjek yang diambil secara acak.
Tidak adanya pengacakan dalam menentukan subjek penelitian memungkinkan untuk munculnya masalah-masalah yang terkait dengan validitas eksperimen, baik validitas internal maupun eksternal. Akibatnya, interpreting dan generalizing hasil penelitian menjadi sulit untuk dilakukan.  Oleh karena itu, limitasi hasil penelitian harus diidentifikasi secara jelas dan subjek penelitian perlu dideskripsikan. Agar generalizability dari hasil penelitian dapat ditingkatkan, maka representativeness dari subjek harus diargumentasikan secara logis. Untuk validitas internal, peneliti harus berusaha membangun derajat ekuivalen (the degree of equivalence) diantara kelompok kelompok subjek dengan mempertimbangkan karakter-karakter atau variabel-variabel yang mungkin juga sangat berkaitan dengan variabel eksperimen.
Metode eksperimen semu pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya terletak pada pengontrolan variabel. Pengontrolannya dilakukan terhadap satu variabel saja, yaitu variabel yang dipandang paling dominan. Misalnya pemecahan masalah terhadap kemampuan berfikir para siswa SMA, misalnya variabel yang cukup dominan dalam pengembangan berfikir adalah kecerdasan atau intelligensi, maka variabel ini terkontrol atau disamakan. Pengontrolannya tidak sepenuhnya disamakan, tetapi dipasangkan (matching). Umpamanya dari dua kelas yang akan diambil sebagai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, setelah diadakan pengukuran kecerdasan, diambil secara berpasangan, umpamanya dari masing-masing kelas siswa yang IQ-nya 140, 135, 130, dst sampai dengan yang IQ-nya 90.
Tujuan penelitian eksperimental semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Si peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validiti eksternal rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut.


Ciri-ciri rancangan eksperimen semu adalah:
a.       Manipulasi eksperimen hanya pada variabel bebas.
b.      Tidak ada pemilihan secara acak untuk kelompok dan atau
c.       Tidak ada kelompok kontrol

Macam-Macam Desain Penelitian Kuasi Eksperimen adalah sebagai berikut:
1.      Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design
Desain penelitian ini terdiri dari satu atau beberapa kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Kelompok yang digunakan merupakan intact group dan dependent variable diukur satu kali, yaitu setelah perlakuan eksperimen diberikan.
Contoh:
Efek pendekatan instruksional berbeda terhadap performance siswa kelas delapan dalam ujian praktek laboratorium sains.








2.      Pretest-Posttest, Non-Equivalent Control Group Design
Desain penelitian ini tidak berbeda banyak dengan desain penelitian sebelumnya. Desain ini dibedakan dengan adanya pretest sebelum perlakuan diberikan. Karena adanya pretest, maka pada desain penelitian tingkat kesetaraan kelompok turut diperhitungkan.
Pretest dalam desain penelitian ini juga dapat digunakan untuk pengontrolan secara statistik (statistical control) serta dapat digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap capaian skor (gain score)






3.      Desain Time Series
Desain time series sebagai kuasi eksperimen memiliki ciri adanya pengukuran yang berulang-ulang, baik sebelum maupun sesudah perlakuan terhadap satu atau beberapa intact group. 






Variasi dalam Time Series Design:
Variasi terhadap Time Series Design dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah:



4.      Single Subject Design.
Pada umumnya penelitian pendidikan menggunakan subjek penelitian dalam bentuk kelompok (kelas). Penelitian seperti ini akan memberikan hasil yang menggambarkan keadaan satu atau beberapa kelompok, tidak menggambarkan keadaan individual dalam kelompok tersebut. Pada situasi eksperimen tertentu, perlakuan perlu diberikan hanya pada satu individu saja. Penelitian seperti ini disebut sebagai penelitian single subject. Penelitian ini sangat berguna bagi guru yang sedang melaksanakan penelitian terhadap individual siswa, misalnya dalam melakukan penelitian bimbingan dan konseling atau dalam melakukan rehabilitasi dan terapi fisik yang perlakuannya hanya diberikan pada satu individu saja.
Desain single subject umumnya menggunakan pengukuran yang berulang dan hanya mengimplementasikan variabel bebas tunggal yang diharapkan dapat merubah hanya satu variabel terikat.  Pengukuran variabel dilakukan pada kondisi normal yang disebut baseline.






BAB III
KESIMPULAN

v  Penelitian eksperimen semu adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact group) untuk diberi perlakuan (treatment) dan bukan menggunakan subjek yang diambil secara acak.
v  Tujuan penelitian eksperimen semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan.
v  Ciri-ciri rancangan eksperimen semu adalah:
a)      Manipulasi eksperimen hanya pada variabel bebas.
b)      Tidak ada pemilihan secara acak untuk kelompok dan atau
c)      Tidak ada kelompok kontrol

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar